Saya nggak punya banyak teman karena minder dan kuper. Sudah berpikir serius sehingga nggak punya waktu untuk bersenang2. Dari masih remaja bertekad harus sukses supaya kaya.
Saya mau bebas waktu dan bebas keuangan
Untuk mewujudkan impian… Lulus SMA kuliah sambil bekerja. Bekerja… Bekerja… dan terus bekerja… Hanya untuk mencari yang namanya sukses.
Sampai usia 29 tahun impian saya belum terwujud..
Walopun sering naik jabatan di tempat bekerja dan mendapatkan kenaikan gaji…
Saya belum puas karena bukan itu yang saya cari…
Akhirnya saya menikah…
Setelah menikah… semangat lagi untuk mengejar Impian
kebetulan punya suami yang punya impian yang sama..
Kami mau pensiun di usia 40 tahun dengan bebas waktu dan bebas keuangan
Untuk mengejar impian itu, saya pun memutuskan untuk berhenti bekerja
tapi suami tetap bekerja, salah satu dari kami harus merintis usaha buat mengejar impian
kami berdua..
Karena keterbatasan modal usaha, kami pun memutuskan menjalankan bisnis kecil-kecilan.
Bisnis pertama kami adalah buka warung makan “Ayam dan Pecel Lele Goreng” di kantin universitas di Jakarta Timur. Walopun sangat report, kami berdua dibantu adik menjalankan usaha ini dengan tekun.
Sayangnya orang tua suami tidak merstui, karena mereka melihat anaknya harus bangun jam 4 pagi untuk ke pasar bersama saya sementara jam 8 pagi harus sampai kantor. Karena waktu itu kami tinggal di rumah mertua, akhirnya kami memutuskan untuk menghentikan usaha ini demi memenuhi keinginan orang tua. Walau pun kami menghentikan usaha pertama kami, bukan berarti kami menyerah dengan impian kami tsb.
Kami mulai lagi mencari-cari usaha yang bisa buat kami mencapai impian kami, dari jualan baju, jualan pulsa, berkebun, sebagai pemberi kredit uang.. pokoknya yang jadi trend saat itu kami coba. Walau pun usahanya terbilang kecil, tapi modal yang kami keluarkan nggak kecil juga loh.. Dan kami masih nggak puas dengan hasil karena rasanya nggak mungkin usaha seperti itu bisa memenuhi impian kami.
Selain usaha kami juga menjalankan profesi sebagai broker property Apartemen, kalau ketemu klien di hari kerja maka saya yang melakukan show unit ke klien, tapi kalo week end kita lakukan berdua..
Dibandingkan jalanin usaha hasil jadi broker property apartemen lebih menjanjikan karena komisi dalam bentuk dolar.
Akhirnya kami lebih fokus jadi broker dibandingin usaha yang kurang menjanjikan. Karena hasilnya besar, nggak terpikir lagi untuk buat usaha lagi, yang menurut kami modalnya cukup besar tapi resiko nggak suksesnya juga besar sekali, kesimpulan kami saat itu buat usaha hanya buang waktu dan buang uang.
Suatu hari kami datang ke tempat pijat untuk pijat refleksi, 1.5jam diterapi membuat saya bisa menganalisa bisnis refleksi ini, hasil bicara dengan terapistnya bisa dikatakan ini bisnis lumayan. Diskusi sama suami untuk coba buat usaha Pijat Refleksi yang saat itu sedang trend, seminggu kemudian kami datang lagi ke tempat tsb untuk pijat dan bicara serius dengan managernya. Dan akhirnya tahun 2004 kami punya usaha Pijat Refleksi dengan cara franchise.
Alhamdulillah, hanya dalam 1.5 tahun dari bisnis ini suami saya bisa resign. Satu impian kami sudah terpenuhi “bebas Waktu” walau pun keuangan sudah bertambah baik tapi belum sesuai impian, jadi kami mencari-cari peluang usaha yang lain untuk supaya bisa “bebas Keuangan” dan berja-jaga kalau terjadi seuatu dengan usaha Pijat Refleksi dan broker property, kami masih bisa tetap hidup nyaman.
Kami putuskan mau usaha yang dijalankan melalui internet supaya incomenya berkali-lipat. Pokoknya berusaha cari bisnis yang lagi trend. karena saat itu era internet, mulai sering browsing apa yang jadi trend di internet.
Tahun 2009, saat ngobrol dengan sahabat saya waktu di SMA lewat chatting online.. lagi asyik-asyik ngobrol ada link yang sesekali muncul, iseng saya klik link tsb.. ketika diklik saya terhubung dengan web d’BC Network, setelah dibaca barulah tahu kalo d’BC Network itu menjalankan bisnis MLM Oriflame secara online.
Teman saya ini pernah menawarkan Oriflame tahun 2006, tapi saya tolak mentah-mentah karena bisnis “MLM”, saya sudah kapok sama MLM, karena sebelum menikah saya dan suami pernah jadi member salah satu MLM, menurut saya MLM itu bagus hanya buat orang yang pinter ngomong, pinter jualan dan punya banyak teman, sementara kami berdua tidak punya kriteria itu.
Tapi setelah melihat web replika d’BC Network baru saya sadari, bahwa kami pasti bisa jalanin bisnis MLM Oriflame, kalo gak perlu 3 kriteria tsb diatas, karena d’BC Network menawarkan merekrut member bisa tanpa perlu “Door to Door”
Tanpa pikir panjang, saya langsung join, kalau diliat katalognya produknya jauh lebih murah dibandingkan perushaan MLM yang dulu pernah kami gabung. Dan yang membuat saya yakin Oriflame ini perusahaannya cukup lama di Indonesia dan setelah dipelajari Success Plan Oriflame penawarannya cukup menarik, selain bonus bulanan ada Cash Award dan Car Program.
Tanpa ragu saya pun mengikuti petunjuk yang diberikan upline untuk membaca dan mempraktekan petunjuk yang sudah dirangkum dalam bentuk ebook. Saya bertekad mengejar level Diamond dalam waktu dua tahun. Mengerjakan bisnis ini secara offline dan online, Alhamdulillah 2 tahun 3 bulan. Level Diamond Oriflame bisa dicapai.
Bonus puluhan juta, Cash Award lebih dari seratus juta di luar bonus bulanan, Mobil Honda CRV dan Jalan-jalan ke Luar Negeri 2X per tahun sudah saya terima. Yang paling menyenangkan disini saya jadi punya banyak teman dan saudara di seluruh Indonesia. Yang pasti bersama Oriflame dan d’BC Network kami merasa cukup tentram memikirkan masa depan keluarga kami, hanya perlu lebih bekerja keras dan smart Insya Allah di sini kami bisa mencapai bebas waktu dan bebas keuangan.
Terima kasih buat founders d’BC Network Nadia Meutia dan Dini Shanti, karena mereka saya dan banyak orang bisa menikmati jalanin bisnis MLM Oriflame dengan fun dan enjoy, waktu lebih banyak di rumah bersama keluarga tapi kami bisa punya penghasilan yang nggak kalah besar dengan wanita karir lainnya.
Gabung Sekarang Juga "KLIK DISINI"





